Kamis, 16 Oktober 2025

Hasil Survey : Publik Apresiasi Kinerja Mendes, Yandri Susanto Masuk Menteri Terbaik

 


JAKARTA – SindoNews. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto masuk dalam jajaran tiga besar menteri dengan kinerja terbaik nasional.

Hal itu berdasarkan hasil Survei Strategic and Political Insight Network (SPIN) periode Oktober 2025. Dalam survei yang dilakukan pada 1–9 Oktober 2025 di 38 provinsi, Yandri Susanto meraih tingkat kepuasan publik sebesar 66,9%, menempati posisi ketiga di bawah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dengan 67,5% dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan 67,3%.

Direktur Eksekutif SPIN Mawardin Sidik menjelaskan, capaian tersebut mencerminkan apresiasi masyarakat terhadap program pembangunan desa dan pemberdayaan ekonomi lokal yang dijalankan Yandri Susanto selama satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran.

“Yandri Susanto dinilai publik mampu menjaga kesinambungan program desa dengan inovasi baru yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Publik melihat kerja konkret di lapangan, bukan sekadar wacana,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).

SPIN mencatat, kebijakan-kebijakan yang dijalankan Kementerian Desa, seperti penguatan BUMDes, digitalisasi ekonomi desa, program karya-karya produktif dan advokasi terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat desa menjadi faktor utama meningkatnya kepuasan publik terhadap kinerja Yandri. (sumber berita : sindonews)

Rabu, 15 Oktober 2025

BUMDes Harapan Sejahtera Mandiri Desa Wawo Dalam Penanaman Jagung Untuk Program Katahanan Pangan Tahun 2025


 BUMDes Harapan Sejatera Mandiri Desa Wawo dalam hal ini melaksanakan Program Ketahanan Pangan Tahun 2025 Bersama dengan Pemrintah Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas untuk gotong royong penanaman Jagung, program ini sangat layak masuk dalam Program Ketapang oleh karena itu BUMDes Harapan Sejaterah Mandiri mengambil langkah yang baik demi untuk Progrm ini.


Kata Bhabinkamtibmas Desa Wawo Pak Heru bersama dengan Kepala Desa Wawo Abdullah bahwa Semoga Program Ketapang untuk penanaman Jangung ini adalah Harapanya Semua Desa yang ada di Kecamatan Wawo untuk melaksanakanya.

Menteri Yandri Susanto Hadir di Festival Kampung Adat Cikondong, Mendorong Desa Wisata dan Lumbung Pangan untuk Kesejahteraan dan Pemberantasan Kemiskinan


Jakarta - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto menghadiri Festival Kampung Adat Cikondang, hari ini. Yandri menyebut Kampung Adat Cikondang miliki pemandangan yang indah jadi jika memungkinkan sebagian wilayah dijadikan Desa Wisata.

Adapun Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) saat ini fokus untuk sukseskan Asta Cita 6 Presiden Prabowo Subianto, yaitu Membangun Dari Desa dan Dari Bawah untuk Pemerataan Ekonomi dan Pemberantasan Kemiskinan.

Detik.com melaporkan bahwa Kesejahteraan itu dimulai dari Desa, olehnya Kemendes PDT mengajak sejumlah pihak untuk kolaborasi, salah satunya Lumbung Kesejahteraan Rakyat.

"Mari kita mulai Lumbung Pangan Desa di Indonesia dari Desa Adat Cikondang," kata Yandri dalam keterangannya, Minggu (9/11/2025).

Yandri menyebut Lumbung Pangan merupakan kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan dikembangkan lagi di desa-desa di Indonesia. Lumbung Pangan Desa ini masuk 12 Rencana Aksi Kemendes PDT yaitu Swasembada Pangan.



Ia pun mengajak warga desa, utamanya Kampung Adat Cikondang untuk menyukseskan program-program Pemerintah yang masuk ke desa-desa seperti Koperasi Desa Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG), BUMDesa hingga Sekolah Rakyat.

Warga desa diminta berpartisipasi dalam menyiapkan bahan baku untuk program MBG seperti Telur, Beras hingga ikan. Hal ini bakal memberi efek ekonomi bagi warga desa.

"Jika desa jadi penyuplai bahan baku untuk MBG akan membuat desa bangkit dari sisi ekonomi," kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.

Lebih lanjut, Yandri berharap agar program-program Pemerintah yang ada didesa itu kemudian dikolaborasikan untuk mencapai program Indonesia Emas 2045. (detik.com)

Di Ujung Jalan Pusat Produk Itu Ada

Oleh : Hasyim

Desa Tinukari merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Wawo Kabupaten Kolaka Utara Propinsi Sulawesi Tenggara, dimana Desa Tinukari ini adalah Desa Yang di api oleh pegunungan dan berada di bawa kaki gunung mekongga yaitu atap Sulawesi Tenggara. Mayoritas masyarakat pada umumnya adlah petani dan pekebun, maka dari itu di dengan Kegiatan Peningakatan Jalan Produksi Perkebuanan ini mempermudah akses petani pada umunya agar bisa menghasilkan produksi yang lebih maksimal dari tahun sebelumnya.

Menurut Kepala Kepala Desa Tinukari, Hasrawati,ST, Pemerintah Desa Tinukari, melalui Musyawarah Desa Tahun anggaran 2023 salah satu point dari beberapa usulan rencana kegiatan pembangunan desa yaitu Pembangunan dan Peningkatan Jalan Produksi Pertanian diputuskan melalui proses musyawarah desa.

Pada tahun anggaran 2023 tepatnya pada bulan Maret 2023 dimulailah proses pembangunannya yang diawali dengan pembuatan Gambar dan Rencana anggaran Biaya (RAB), Hal ini dilakukan untuk meemudahkan dalam proses pembangunan yang sesuai dengan rencana tata letak dan biayanya.

Kegiatan Pembangunan Peningkatan Jalan Produksi Pertanian. Adapun yang melaksanakan kegiatan pembangunan Peningkatan Jalan Produksi Pertanian tersebut melalui program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dengan pengawasan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa, BPD, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Tinukari,” ungkapnya.

Lebih jauh sang kades, mengungkapkan bahwa output dari pelaksanaan pembangunan Peningkatan Jalan Produksi Pertanian adalah sebuah fasilitas Jalan Produksi yang siap digunakan untuk Mempermudah Akses masarakat Menuju Lokasi Perkebunan dan Pertanian, Sehinga petani bisa Memperoleh hasil ang memuaskan dari tahun sebelumhya.

Dengan adanya peningkatan Aksesibilitas petani kelahan pertanian dan pekebunan,dapat meningkatakan Produktivitas dan pendapatan petani karena distribusi hasil yang lebih cepat, Memangkas Waktu biaya dan transportasi hasil panen kepasar atau pengepul.

Penerima manfaat utama dari peningkatan Aksesibilitas petani kelahan pertanian dan pekebunan ini adalah masyarakat umum  yang tinggal di Desa Tinukari yang mendapatkan fasilitas untuk mempermudah Akses Petani menuju lahan perkebunan , kemudian selain akses untuk Petani Pada umumnya.

Juga merupakan akses jalur Evakuasi Para Pencita alam yang melakukan Pendakian di Puncak Gunung tertinggi di Sulawesi Tenggara(MEKONGGA) yang  apabilah selama pendakian ada yang mengalami kendala atau treble,” ungkapnya.


Pembangunan peningkatan Aksesibilitas petani kelahan pertanian dan pekebunan, mendorong aktivitas ekonomi, mempererat keberkasamaan warga, serta mempromosikan citra desa melalui potensi Perkebunan dan pariwisata.

Keterlibatan dan dukungan dalam pembangunan peningkatan Aksesibilitas petani kelahan pertanian dan pekebunan berasal dari berbagai pihak, seperti Pemerintah (Pusat, Propinsi dan Daerah),  dan Masyarakat (dukungan moral dan partisipasi). Kolaborasi ini penting untuk mengatasi keterbatasan pendanaan dan memastikan pembangunan yang berkelanjutan.

Pengembangan program dan jenis usaha dalam peningkatan Aksesibilitas petani kelahan pertanian dan pekebunan meliputi: Memperluas Jenis Produk atau Komoditas yang dibudidayakan untuk mrngurangi resiko dan meningkatkan potensi pasar,Meningkatkan hasil pertanian dengan mengoptimalkan lahan,air,tan tenaga kerja yang sudah ada,” kuncinya. (*)

Jalan Mbeton Mulus Hingga di Puncak Gunung

Oleh : Baharuddin Hasyim 

Desa Tinukari merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Wawo Kabupaten Kolaka Utara Propinsi Sulawesi Tenggara, dimana Desa Tinukari ini adalah Desa Yang di api oleh pegunungan dan berada di bawa kaki gunung mekongga yaitu atap Sulawesi Tenggara. Mayoritas masyarakat pada umumnya adlah petani dan pekebun, maka dari itu di dengan Kegiatan Peningakatan Jalan Produksi Perkebuanan ini mempermudah akses petani pada umunya agar bisa menghasilkan produksi yang lebih maksimal dari tahun sebelumnya.

Menurut Kepala Kepala Desa Tinukari, Hasrawati,ST, Pemerintah Desa Tinukari mengatakan, melalui Musyawarah Desa Tahun anggaran 2023 salah satu point dari beberapa usulan rencana kegiatan pembangunan desa yaitu Pembangunan dan Peningkatan Jalan Produksi Pertanian diputuskan melalui proses musyawarah desa.

Pada tahun anggaran 2023 tepatnya pada bulan Maret 2023 dimulailah proses pembangunannya yang diawali dengan pembuatan Gambar dan Rencana anggaran Biaya (RAB), Hal ini dilakukan untuk meemudahkan dalam proses pembangunan yang sesuai dengan rencana tata letak dan biayanya.

Kegiatan Pembangunan Peningkatan Jalan Produksi Pertanian. Adapun yang melaksanakan kegiatan pembangunan Peningkatan Jalan Produksi Pertanian tersebut melalui program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dengan pengawasan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa, BPD, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Tinukari,” ungkapnya.

Lebih jauh sang kades, mengungkapkan bahwa output dari pelaksanaan pembangunan Peningkatan Jalan Produksi Pertanian adalah sebuah fasilitas Jalan Produksi yang siap digunakan untuk Mempermudah Akses masarakat Menuju Lokasi Perkebunan dan Pertanian, Sehinga petani bisa Memperoleh hasil yang memuaskan dari tahun sebelumhya.

Dengan adanya peningkatan Aksesibilitas petani kelahan pertanian dan pekebunan,dapat meningkatakan Produktivitas dan pendapatan petani karena distribusi hasil yang lebih cepat, Memangkas Waktu biaya dan transportasi hasil panen kepasar atau pengepul.

Penerima manfaat utama dari peningkatan Aksesibilitas petani kelahan pertanian dan pekebunan ini adalah masyarakat umum  yang tinggal di Desa Tinukari yang mendapatkan fasilitas untuk mempermudah Akses Petani menuju lahan perkebunan , kemudian selain akses untuk Petani Pada umumnya.

Juga merupakan akses jalur Evakuasi Para Pencita alam yang melakukan Pendakian di Puncak Gunung tertinggi di Sulawesi Tenggara(MEKONGGA) yang  apabilah selama pendakian ada yang mengalami kendala atau treble,” ungkapnya.


Pembangunan peningkatan Aksesibilitas petani kelahan pertanian dan pekebunan, mendorong aktivitas ekonomi, mempererat keberkasamaan warga, serta mempromosikan citra desa melalui potensi Perkebunan dan pariwisata.

Keterlibatan dan dukungan dalam pembangunan peningkatan Aksesibilitas petani kelahan pertanian dan pekebunan berasal dari berbagai pihak, seperti Pemerintah (Pusat, Propinsi dan Daerah),  dan Masyarakat (dukungan moral dan partisipasi). Kolaborasi ini penting untuk mengatasi keterbatasan pendanaan dan memastikan pembangunan yang berkelanjutan.

Pengembangan program dan jenis usaha dalam peningkatan Aksesibilitas petani kelahan pertanian dan pekebunan meliputi: Memperluas Jenis Produk atau Komoditas yang dibudidayakan untuk mrngurangi resiko dan meningkatkan potensi pasar,Meningkatkan hasil pertanian dengan mengoptimalkan lahan,air,tan tenaga kerja yang sudah ada,” kuncinya. (*)

Menteri Yandri susanto hadir di Festifal Kampung adat Cikondang, Mendorong Desa Wisata dan Lumbung Pangan untuk Kesejahteraan dan Pemberantasan Kemiskinan

 Disusun Oleh: YASIM BAHRUDIN, ST Jakarta - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto menghadiri Festival ...